Nganjuk ..mediametronews.com– Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 dimaknai sebagai penguatan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk bergerak dan bersinergi bersama mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas.
Hal ini seperti disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto saat ditemui media di ruang kerjanya, Rabu (7/6/2026).
Menurut Puguh, memajukan pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah, akan tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh komponen stake holder mulai dari orang tua, masyarakat hingga komite sekolah.
“Untuk mewujudkan pendidikan bermutu dan berkualitas, dibutuh kolaborasi dan sinergitas yang berkelanjutan dari semua pihak,” terang Puguh sapaan akrab Puguh Harnoto.
Apalagi, kata Puguh, tantangan global saat ini luar biasa. Siring era zaman digitalisasi sekarang ini, akses berbagai informasi bisa diterima anak, mulai anak usia dini sampai mahasiswa.
“Anak bisa mengakses apapun, tentunya hal ini dibutuhkan pendampingan orang tua, tidak bisa kita menyerahkan tanggung jawab hanya kepada sekolah. Karena, durasi mereka menghabiskan waktu 24 jam lebih banyak di rumah dan lingkungan, dan ini menjadi tantangan” katanya.
Dari sisi tenaga kependidikan, lanjut Puguh, guru harus terus berbenah. Menurutnya, alokasi penganggaran di era efisiensi tetap ada di pendidikan.
“Prosentase belanja untuk pendidikan masih belum berubah regulasinya yaitu masih 20 persen dari APBN maupun APBD bahkan di Kabupaten Nganjuk lebih dari 20 persen. Artinya, dari sisi penganggaran, perhatian pemerintah terhadap pendidikan sangat luar biasa,” imbuhnya.
Di sisi yang lain, Puguh berharap Guru bisa memahami hal itu dan meningkatkan dari sisi personality.
“Selain menerima gaji, guru juga menerima tunjangan prosfesi. Tentunya, pemerintah ingin meningkatkan kesejahtaraan guru. Akan tetapi, jangan lupa dari sekian persen, maksimal 10 persen dari tunjangan guru untuk pengembangan diri,” tambahnya.
Puguh berharap, dengan kolaborasi berkelanjutan mampu mewujudkan generasi emas 2045 untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
“Kita patut bangga, mulai dari siswa siswi SD, SMP hingga SMA banyak yang mendulang prestasi baik akademik maupun non. Bahkan, prestasi mereka tidak hanya di level tingkat provinsi akan tetapi juga di level nasional. Pada tahun 2025/2026, di tingkat SMP, terdapat 243 siswa siswi yang meraih prestasi di lever provinsi dan nasional,” tandasnya. (Erny)



0 Comments